ROGER L. DIXON
Pada tahun 1998, suku Sunda berjumlah lebih kurang 33 juta jiwa, kebanyakan dari mereka hidup di Jawa Barat. Diperkirakan 1 juta jiwa hidup di propinsi lain. Berdasarkan sensus tahun 1990 didapati bahwa Jawa Barat memiliki populasi terbesar dari seluruh propinsi yang ada di Indonesia yaitu 35,3 juta orang. Demikian pula penduduk kota mencapai 34,51%, suatu jumlah yang cukup berarti yang dapat dijangkau dengan berbagai media. Kendatipun demikian, suku Sunda adalah salah satu kelompok orang yang paling kurang dikenal di dunia. Nama mereka sering dianggap sebagai orang Sudan di Afrika dan salah dieja dalam ensiklopedi. Beberapa koreksi ejaan dalam komputer juga mengubahnya menjadi Sudanese.
Sejarah singkat pra-abad 20 ini dimaksudkan untuk memperkenalkan orang Sunda di Jawa Barat kepada kita yang melayani di Indonesia. Pada abad ini, sejarah mereka telah terjalin melalui bangkitnya nasionalisme yang akhirnya menjadi Indonesia modern.
SISTEM KEPERCAYAAN MULA-MULA
Suku Sunda tidak seperti kebanyakan suku yang lain, dimana suku Sunda tidak mempunyai mitos tentang penciptaan atau catatan mitos-mitos lain yang menjelaskan asal mula suku ini. Tidak seorang pun tahu dari mana mereka datang, juga bagaimana mereka menetap di Jawa Barat. Agaknya pada abad-abad pertama Masehi, sekelompok kecil suku Sunda menjelajahi hutan-hutan pegunungan dan melakukan budaya tebas bakar untuk membuka hutan. Semua mitos paling awal mengatakan bahwa orang Sunda lebih sebagai pekerja-pekerja di ladang daripada petani padi.
Kepercayaan mereka membentuk fondasi dari apa yang kini disebut sebagai agama asli orang Sunda. Meskipun tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti seperti apa kepercayaan tersebut, tetapi petunjuk yang terbaik ditemukan dalam puisi-puisi epik kuno (Wawacan) dan di antara suku Badui yang terpencil. Suku Badui menyebut agama mereka sebagai Sunda Wiwitan [orang Sunda yang paling mula-mula]. Bukan hanya suku Badui yang hampir bebas sama sekali dari elemen- elemen Islam (kecuali mereka yang ditentukan ada lebih dari 20 tahun yang lalu), tetapi suku Sunda juga memperlihatkan karakteristik Hindu yang sedikit sekali. Beberapa kata dalam bahasa Sansekerta dan Hindu yang berhubungan dengan mitos masih tetap ada. Dalam monografnya, Robert Wessing mengutip beberapa sumber yang menunjukkan suku Sunda secara umum, "The Indian belief system did not totally displace the indigenous beliefs, even at the court centers."[1] Berdasarkan pada sistem tabu, agama suku Badui bersifat animistik. Mereka percaya bahwa roh-roh yang menghuni batu-batu, pepohonan, sungai dan objek tidak bernyawa lainnya. Roh-roh tersebut melakukan hal-hal yang baik maupun jahat, tergantung pada ketaatan seseorang kepada sistem tabu tersebut. Ribuan kepercayaan tabu digunakan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
PENGARUH HINDUISME
Tidak seorang pun yang tahu kapan persisnya pola-pola Hindu mulai berkembang di Indonesia, dan siapa yang membawanya. Diakui bahwa pola- pola Hindu tersebut berasal dari India; mungkin dari pantai selatan. Tetapi karakter Hindu yang ada di Jawa menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawabannya. Misalnya, pusat-pusat Hindu yang utama, bukan di kota-kota dagang di daerah pesisir tetapi lebih di pedalaman. Tampaknya jelas bahwa ide-ide keagamaanlah yang telah menaklukkan pemikiran orang pribumi, bukan tentara. Sebuah teori yang berpandangan bahwa kekuatan para penguasa Hindu/India telah menarik orang-orang Indonesia kepada kepercayaan-kepercayaan roh magis agama Hindu. Entah bagaimana, banyak aspek dari sistem kepercayaan Hindu diserap ke dalam pemikiran orang Sunda dan juga Jawa.
Karya sastra Sunda yang tertua yang terkenal adalah Caritha Parahyangan. Karya ini ditulis sekitar tahun 1000 dan mengagungkan raja Jawa Sanjaya sebagai prajurit besar. Sanjaya adalah pengikut Shivaisme sehingga kita tahu bahwa iman Hindu telah berurat dan berakar dengan kuat sebelum tahun 700. Sangat mengherankan, kira-kira pada waktu ini, agama India kedua, Budhisme, membuat penampilan pemunculan dalam waktu yang singkat. Tidak lama setelah candi-candi Shivaisme dibangun di dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah, monumen Borobudur yang indah sekali dibangun dekat Yogyakarta ke arah selatan. Candi Borobudur adalah monumen Budha yang terbesar di dunia. Diperkirakan agama Budha adalah agama resmi Kerajaan Syailendra di Jawa Tengah pada tahun 778 sampai tahun 870. Hinduisme tidak pernah digoyahkan oleh bagian daerah lain di pulau Jawa dan tetap kuat hingga abad 13. Struktur kelas yang kaku berkembang di dalam masyarakat. Pengaruh Sansekerta menyebar luas ke dalam bahasa masyarakat di pulau Jawa. Gagasan tentang ketuhanan dan kedudukan sebagai raja dikaburkan sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan.
Di antara orang Sunda dan juga orang Jawa, Hinduisme bercampur dengan penyembahan nenek moyang kuno. Kebiasaan perayaan hari-hari ritual setelah kematian salah seorang anggota keluarga masih berlangsung hingga kini. Pandangan Hindu tentang kehidupan dan kematian mempertinggi nilai ritual-ritual seperti ini. Dengan variasi-variasi yang tidak terbatas pada tema mengenai tubuh spiritual yang hadir bersama-sama dengan tubuh natural, orang Indonesia telah menggabungkan filsafat Hindu ke dalam kondisi-kondisi mereka sendiri. J. C. van Leur berteori bahwa Hinduisme membantu mengeraskan bentuk-bentuk kultural suku Sunda. Khususnya kepercayaan magis dan roh memiliki nilai absolut dalam kehidupan orang Sunda. Salah seorang pakar adat istiadat Sunda, Prawirasuganda, menyebutkan bahwa angka tabu yang berhubungan dengan seluruh aspek penting dalam lingkaran kehidupan perayaan-perayaan suku Sunda sama dengan yang ada dalam kehidupan suku Badui.
PENGARUH ORANG JAWA
Menurut Bernard Vlekke, sejarawan terkenal, Jawa Barat merupakan daerah yang terbelakang di pulau Jawa hingga abad 11. Kerajaan-kerajaan besar bangkit di Jawa Tengah dan Jawa Timur namun hanya sedikit yang berubah di antara suku Sunda. Walaupun terbatas, pengaruh Hindu di antara orang-orang Sunda tidak sekuat pengaruhnya seperti di antara orang-orang Jawa. Kendatipun demikian, sebagaimana tidak berartinya Jawa Barat, orang Sunda memiliki raja pada zaman Airlangga di Jawa Timur, kira-kira tahun 1020. Tetapi raja-raja Sunda semakin berada di bawah kekuasaan kerajaan-kerajaan Jawa yang besar. Kertanegara (1268-92) adalah raja Jawa pada akhir periode Hindu di Indonesia. Setelah pemerintahan Kertanegara, raja-raja Majapahit memerintah hingga tahun 1478 tetapi mereka tidak penting lagi setelah tahun 1389. Namun, pengaruh Jawa ini berlangsung terus dan memperdalam pengaruh Hinduisme terhadap orang Sunda.
PAJAJARAN DEKAT BOGOR
Pada tahun 1333, hadir kerajaan Pajajaran di dekat kota Bogor sekarang. Kerajaan ini dikalahkan oleh kerajaan Majapahit di bawah pimpinan perdana menterinya yang terkenal, Gadjah Mada. Menurut cerita romantik Kidung Sunda, putri Sunda hendak dinikahkan dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit. Namun, Gadjah Mada menentang pernikahan ini dan setelah orang-orang Sunda berkumpul untuk acara pernikahan, ia mengubah persyaratan. Ketika raja dan para bangsawan Sunda mendengar bahwa sang putri hanya akan menjadi selir dan tidak akan ada pernikahan seperti yang telah dijanjikan, mereka berperang melawan banyak rintangan tersebut hingga semuanya mati. Meski permusuhan antara Sunda dan Jawa berlangsung selama bertahun-tahun setelah episode ini (dan mungkin masih berlangsung), tetapi pengaruh yang diberikan oleh orang Jawa tidak pernah berkurang terhadap orang Sunda.
Hingga saat ini, Kerajaan Pajajaran dianggap sebagai kerajaan Sunda tertua. Sungguhpun kerajaan ini hanya berlangsung selama tahun 1482-1579, banyak kegiatan dari para bangsawannya dikemas dalam legenda. Siliwangi, raja Hindu Pajajaran, digulingkan oleh komplotan antara kelompok Muslim Banten, Cirebon dan Demak, dalam persekongkolan dengan keponakannya sendiri. Dengan jatuhnya Siliwangi, Islam mengambil alih kendali atas sebagian besar wilayah Jawa Barat. Faktor kunci keberhasilan Islam adalah kemajuan kerajaan Demak dari Jawa Timur ke Jawa Barat sebelum tahun 1540. Dari sebelah timur menuju ke barat, Islam menembus hingga ke Priangan (dataran tinggi bagian tengah) dan mencapai seluruh Sunda.
KEMAJUAN ISLAM
Orang Muslim telah ada di Nusantara pada awal tahun 1100 namun sebelum Malaka yang berada di selat Malaya menjadi kubu pertahanan Muslim pada tahun 1414, pertumbuhan agama Islam pada masa itu hanya sedikit. Aceh di Sumatra Utara mulai mengembangkan pengaruh Islamnya kira-kira pada 1416. Sarjana-sarjana Muslim menahan tanggal kedatangan Islam ke Indonesia hingga hampir ke zaman Muhammad. Namun beberapa peristiwa yang mereka catat mungkin tidak penting.
Kedatangan Islam yang sebenarnya tampaknya terjadi ketika misionaris Arab dan Persia masuk ke pulau Jawa pada awal tahun 1400 dan lambat laun memenangkan para mualaf di antara golongan yang berkuasa.
KEJATUHAN MAJAPAHIT
Sebelum 1450, Islam telah memperoleh tempat berpijak di istana Majapahit di Jawa Timur. Van Leur memperkirakan hal ini ditolong oleh adanya disintegrasi budaya Brahma di India. Surabaya (Ampel) menjadi pusat belajar Islam dan dari sana para pengusaha Arab yang terkenal meluaskan kekuasaan mereka. Jatuhnya kerajaan Jawa yaitu kerajaan Majapahit pada tahun 1468 dikaitkan dengan intrik dalam keluarga raja karena fakta bahwa putra raja, Raden Patah masuk Islam. Tidak seperti pemimpin-pemimpin Hindu, para misionaris Islam mendorong kekuatan militer supaya memperkuat kesempatan-kesempatan mereka. Memang tidak ada tentara asing yang menyerbu Jawa dan memaksa orang untuk percaya. Namun dipergunakan kekerasan untuk membuat para penguasa menerima iman Muhammad. Baik di Jawa Timur maupun Jawa Barat, pemberontakan dalam keluarga-keluarga raja digerakkan oleh tekanan militer Islam. Ketika para bangsawan berganti keyakinan, maka rakyat akan ikut. Meskipun demikian, kita harus mengingat apa yang ditunjukkan Vlekke bahwa perang-perang keagamaan jarang terjadi di sepanjang sejarah Jawa.
KERAJAAN DEMAK
Raden Patah menetap di Demak yang menjadi kerajaan Islam pertama di Jawa. Ia mencapai puncak kekuasaannya menjelang 1540 dan pada waktunya menaklukkan suku-suku hingga ke Jawa Barat. Bernard Vlekke mengatakan bahwa Demak mengembangkan wilayahnya hingga Jawa Barat karena politik Jawa tidak begitu berkepentingan dengan Islam. Pada waktu itu, Sunan Gunung Jati, seorang pangeran Jawa, mengirim putranya Hasanudin dari Cirebon untuk mempertobatkan orang-orang Sunda secara ekstensif. Pada 1526, baik Banten maupun Sunda Kelapa (Jakarta) berada di bawah kontrol Sunan Gunung Jati yang menjadi sultan Banten pertama. Penjajaran Cirebon dengan Demak ini telah menyebabkan Jawa Barat berada di bawah kekuasaan Islam. Pada kuartal kedua abad 16, seluruh pantai utara Jawa Barat berada di bawah kekuasaan pemimpin-pemimpin Islam dan penduduknya telah menjadi Muslim.[2] Karena menurut data statistik penduduk tahun 1780 terdapat kira-kira 260.000 jiwa di Jawa Barat, dapat kita asumsikan bahwa pada abad ke-16 jumlah penduduk jauh lebih sedikit. Ini memperlihatkan bahwa Islam masuk ketika orang-orang Sunda masih merupakan suku kecil yang berlokasi terutama di pantai- pantai dan di lembah-lembah sungai seperti Ciliwung, Citarum dan Cisadane.
NATUR ISLAM
Ketika Islam masuk ke Sunda, memang ditekankan lima pilar utama agama namun dalam banyak bidang yang lain dalam pemikiran keagamaan, sinkretisme berkembang dengan cara pandang orang Sunda mula-mula. Sejarawan Indonesia Soeroto yakin bahwa Islam dipersiapkan untuk hal ini di India. "Islam yang pertama-tama datang ke Indonesia mengandung banyak unsur filsafat Iran dan India. Namun justru komponen-komponen merekalah yang mempermudah jalan bagi Islam di sini."[3] Para sarjana yakin bahwa Islam menerima kalau adat istiadat yang menguntungkan masyarakat harus dipertahankan. Dengan demikian Islam bercampur banyak dengan Hindu dan adat istiadat asli masyarakat. Perkawinan beberapa agama ini biasa disebut "agama Jawa." Akibat percampuran Islam dengan sistem kepercayaan majemuk (yang belakangan ini sering disebut aliran kebatinan) memberi deskripsi akurat terhadap kekompleksan agama di antara sukui Sunda saat ini.
KOLONIALISME BELANDA
Sebelum kedatangan Belanda di Indonesia pada 1596, Islam telah menjadi pengaruh yang dominan di antara kaum ningrat dan pemimpin masyarakat Sunda dan Jawa. Secara sederhana, Belanda berperang dengan pusat-pusat kekuatan Islam untuk mengontrol perdagangan pulau dan hal ini menciptakan permusuhan yang memperpanjang konflik perang Salib masuk ke arena Indonesia. Pada 1641, mereka mengambil alih Malaka dari Portugis dan memegang kontrol atas jalur-jalur laut. Tekanan Belanda terhadap kerajaan Mataram sangat kuat hingga mereka mampu merebut hak- hak ekonomi khusus di daerah pegunungan (Priangan) Jawa Barat. Sebelum 1652, daerah-daerah besar Jawa Barat merupakan persediaan mereka. Ini mengawali 300 tahun eksploitasi Belanda di Jawa Barat yang hanya berakhir pada saat Perang Dunia kedua.
Peristiwa-peristiwa pada abad 18 menghadirkan serangkaian kesalahan Belanda dalam bidang sosial, politik dan keagamaan. Seluruh dataran rendah Jawa Barat menderita di bawah persyaratan-persyaratan yang bersifat opresif yang dipaksakan oleh para penguasa lokal. Contohnya adalah daerah Banten. Pada tahun 1750, rakyat mengadakan revolusi menentang kesultanan yang dikendalikan oleh seorang wanita Arab, Ratu Sjarifa. Menurut Ayip Rosidi, Ratu Sjarifa adalah kaki tangan Belanda. Namun, Vlekke berpendapat bahwa "Kiai Tapa," sang pemimpin adalah seorang Hindu dan bahwa pemberontakan itu lebih diarahkan kepada pemimpin-pemimpin Islam daripada kolonialis Belanda. (Sulit untuk melakukan rekonstruksi sejarah dari beberapa sumber karena masing- masing golongan memiliki kepentingan sendiri yang mewarnai cara pencatatan kejadian.)
AGAMA BUKANLAH ISU HINGGA TAHUN 1815
Selama 200 tahun pertama Belanda memerintah di Indonesia, sedikit masalah yang dikaitkan dengan agama. Hal ini terjadi karena secara praktis Belanda tidak melakukan apa-apa untuk membawa kekristenan kepada penduduk asli. Hingga tahun 1800, ada "gereja kompeni" yakni "gereja" yang hanya namanya saja karena hanya berfungsi melayani kebutuhan para pekerja Belanda di East India Company. Badan ini mengatur seluruh kegiatan Belanda di kepulauan Indonesia. Hingga abad 19 tidak ada sekolah bagi anak-anak pribumi sehingga rakyat tidak mempunyai cara untuk mendengar Injil.
Pada pergantian abad 19, East India Company gulung tikar dan Napoleon menduduki Belanda. Pada 1811, Inggris menjadi pengurus Dutch East Indies. Salah satu inisiatif mereka adalah membuka negeri ini terhadap kegiatan misionaris. Walaupun terjadi peristiwa penting ini, hanya sedikit yang dilakukan di Jawa hingga pertengahan abad tersebut. Kendati demikian, beberapa fondasi telah diletakkan di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang menjadi model bagi pekerjaan di antara orang Sunda.
SISTEM BUDAYA
Kesalahan politik yang paling terkenal yang dilakukan Belanda dimulai pada tahun 1830. Kesalahan politik ini disebut sebagai Sistem Budaya namun sebenarnya lebih tepat jika disebut sistem perbudakan. Sistem ini mengintensifkan usaha-usaha pemerintah untuk menguras hasil bumi yang lebih banyak yang dihasilkan dari tanah ini. Sistem budaya ini memeras seperlima hasil tanah petani sebagai pengganti pajak. Dengan mengadakan hasil panen yang baru seperti gula, kopi dan teh, maka lebih besar lagi tanah pertanian yang diolahnya. Pengaruh ekonomi ke pedesaan bersifat dramatis dan percabangan sosialnya penting. Melewati pertengahan abad, investasi swasta di tanah Jawa Barat mulai tumbuh dan mulai muncul perkebunan-perkebunan. Tanah diambil dari tangan petani dan diberikan kepada para tuan tanah besar. Menjelang 1870, hukum agraria dipandang perlu untuk melindungi hak-hak rakyat atas tanah.
PERTUMBUHAN POPULASI DI JAWA
Pada tahun 1851, di Jawa Barat suku Sunda berjumlah 786.000 jiwa dan orang Eropa berjumlah 217 jiwa. Dalam jangka waktu 30 tahun jumlah penduduk menjadi dua kali lipat. Priangan menjadi titik pusat perdagangan barang yang disertai arus penguasa dari Barat serta imigran-imigran Asia (kebanyakan orang Tionghoa). Pada awal abad 19, diperkirakan bahwa sepertujuh atau seperdelapan pulau Jawa merupakan hutan dan tanah kosong. Pada tahun 1815, seluruh Jawa dan Madura hanya memiliki 5 juta penduduk. Angka tersebut bertambah menjadi 28 juta menjelang akhir abad tersebut dan mencapai 108 juta pada tahun 1990. Pertumbuhan populasi di antara orang Sunda mungkin merupakan faktor non religius yang paling penting dalam sejarah mereka.
KONSOLIDASI PENGARUH ISLAM
Karena lebih banyak tanah yang dibuka dan perkampungan-perkampungan baru bermunculan, Islam mengirim guru-guru untuk tinggal bersama-sama dengan masyarakat sehingga pengaruh Islam bertambah di setiap habitat orang Sunda. Guru-guru Islam bersaing dengan Belanda untuk mengontrol kaum ningrat guna menjadi pemimpin di antara rakyat. Menjelang akhir abad, Islam diakui sebagai agama resmi masyarakat Sunda. Kepercayaan-kepercayaan yang kuat terhadap banyak jenis roh dianggap sebagai bagian dari Islam. Kekristenan, yang datang ke tanah Sunda pada pertengahan abad memberikan dampak yang sedikit saja kepada orang-orang di luar kantong Kristen Sunda yang kecil.
REFORMASI ABAD 20
Kisah dari abad ini dimulai dengan reformasi di banyak bidang. Pemerintah Belanda mengadakan Kebijakan Etis (Ethical Policy) pada tahun 1901, karena dipengaruhi oleh kritik yang tajam di berbagai bidang. Reformasi ini terutama terjadi dalam bidang ekonomi, meliputi perkembangan bidang pertanian, kesehatan dan pendidikan. Rakyat merasa diasingkan dari tradisi ningrat mereka sendiri dan Islam menjadi jurubicara mereka menentang ekspansi imperialistik besar yang sedang berlangsung di dunia melalui serangan ekonomi negara-negara Eropa. Islam merupakan salah satu agama utama yang mencoba menyesuaikan diri dengan dunia modern. Gerakan reformator yang dimulai di Kairo pada tahun 1912 diekspor ke mana-mana. Gerakan ini menciptakan dua kelompok utama di Indonesia. Kelompok tersebut adalah Sareket Islam yang diciptakan untuk sektor perdagangan dan bersifat nasionalis. Kelompok yang lain adalah Muhammadiyah yang tidak bersifat politik namun berjuang memenuhi kebutuhan rakyat akan pendidikan, kesehatan dan keluarga.
TIDAK ADA KARAKTERISTIK SEJARAH SUNDA
Apa yang menonjol dalam sejarah orang Sunda adalah hubungan mereka dengan kelompok-kelompok lain. Orang Sunda hanya memiliki sedikit karakteristik dalam sejarah mereka sendiri. Ayip Rosidi menguraikan lima rintangan yang menjadi alasan sulitnya mendefinisikan karakter orang Sunda. Di antaranya, ia memberikan contoh orang Jawa sebagai satu kelompok orang yang memiliki identitas jelas, bertolak belakang dengan orang-orang Sunda yang kurang dalam hal ini.
Secara historis, orang Sunda tidak memainkan suatu peranan penting dalam urusan-urusan nasional. Beberapa peristiwa yang sangat penting telah terjadi di Jawa Barat namun biasanya peristiwa-peristiwa tersebut bukanlah kejadian yang memiliki karakteristik Sunda. Hanya sedikit orang Sunda yang menjadi pemimpin baik dalam hal konsepsi maupun implementasi dalam aktivitas-aktivitas nasional. Memang banyak orang Sunda yang dilibatkan dalam berbagai peristiwa pada abad 20, namun secara statistik dikatakan, mereka tidak begitu berarti. Pada abad ini, sejarah orang Sunda pada hakekatnya merupakan sejarah orang Jawa.
ORIENTASI KEAGAMAAN ABAD 20
Agama di antara orang Sunda adalah seperti bentuk-bentuk kultural mereka yang lain. Pada umumnya, mencerminkan agama orang Jawa. Perbedaan yang penting adalah kelekatan yang lebih kuat kepada Islam dibanding dengan apa yang dapat kita temukan di antara orang Jawa. Walaupun kelekatan ini tidak sedahsyat rakyat Madura atau Bugis, namun cukup penting untuk mendapat perhatian khusus bila kita melihat sejarah orang Sunda.
Salah satu aspek sangat penting dalam agama-agama orang Sunda adalah dominasi kepercayaan-kepercayaan pra-Islam. Kepercayaan itu merupakan fokus utama dari mitos dan ritual dalam upacara-upacara dalam lingkaran kehidupan orang Sunda. Upacara-upacara tali paranti (tradisi-tradisi dan hukum adat) selalu diorientasikan terutama di seputar penyembahan kepada Dewi Sri (Nyi Pohaci Sanghiang Sri). Kekuatan roh yang penting juga adalah Nyi Roro Kidul, tetapi tidak sebesar Dewi Sri. Ia adalah ratu laut selatan sekaligus pelindung semua nelayan. Di sepanjang pantai selatan Jawa, rakyat takut dan selalu memenuhi tuntutan dewi ini hingga sekarang. Contoh lain adalah Siliwangi. Siliwangi adalah kuasa roh yang merupakan kekuatan dalam kehidupan orang Sunda. Ia mewakili kuasa teritorial lain dalam struktur kosmologis orang Sunda.
MANTERA-MANTERA MAGIS
Dalam penyembahan kepada ilah-ilah ini, sistem mantera magis juga memainkan peran utama berkaitan dengan kekuatan-kekuatan roh. Salah satu sistem tersebut adalah Ngaruat Batara Kala yang dirancang untuk memperoleh kemurahan dari dewa Batara Kala dalam ribuan situasi pribadi. Rakyat juga memanggil roh-roh yang tidak terhitung banyaknya termasuk arwah orang yang telah meninggal dan juga menempatkan roh-roh (jurig) yang berbeda jenisnya. Banyak kuburan, pepohonan, gunung- gunung dan tempat-tempat serupa lainnya dianggap keramat oleh rakyat. Di tempat-tempat ini, seseorang dapat memperoleh kekuatan-kekuatan supernatural untuk memulihkan kesehatan, menambah kekayaan, atau meningkatkan kehidupan seseorang dalam berbagai cara.
DUKUN-DUKUN
Untuk membantu rakyat dalam kebutuhan spiritual mereka, ada pelaksana- pelaksana ilmu magis yang disebut dukun. Dukun-dukun ini aktif dalam menyembuhkan atau dalam praktek-praktek mistik seperti numerology (penomoran). Mereka mengadakan kontak dengan kekuatan-kekuatan supernatural yang melakukan perintah para dukun ini. Beberapa dukun ini akan melakukan black magic tetapi banyaknya adalah jika dianggap sangat bermanfaat bagi orang Sunda. Sejak lahir hingga mati hanya sedikit keputusan penting yang dibuat tanpa meminta pertolongan dukun. Kebanyakan orang mengenakan jimat-jimat di tubuh mereka serta meletakkannya pada tempat-tempat yang menguntungkan dalam harta milik mereka. Beberapa orang bahkan melakukan mantera atau jampi-jampi sendiri tanpa dukun. Kebanyakan aktivitas ini terjadi di luar wilayah Islam dan merupakan oposisi terhadap Islam. Tetapi orang-orang ini tetap dianggap sebagai Muslim.
KESIMPULAN
Memahami orang Sunda pada zaman ini merupakan tantangan yang besar bagi sejarawan, antropolog dan sarjana-sarjana agama. Bahkan sarjana- sarjana Sunda terkemuka segan untuk mencoba melukiskan karakter dan kontribusi rakyat Sunda. Agaknya, melalui berbagai cara, masyarakat Sunda telah terserap ke dalam budaya Indonesia baru 50 tahun yang lalu. Pendapat pribadi saya adalah bahwa kita akan segera mengamati suatu pembaharuan etnis dl antara orang-orang Sunda yang disertai dengan definisi baru tentang apa artinya menjadi orang Sunda.
Catatan Kaki:
1. Cosmology and Social Behavior in a West Java Settlement (Ohio University Center for International Studies, 1978) 16.
2. Edi S. Ekadjati, Masyarakat Sunda dan Kebudayaannya (Jakarta: Girimukti Pasaka, 1984) 93.
3. Indonesia di Tengah-tengah Dunia dari Abad ke Abad Vol. 2 (1978) 177-178.
Sumber : Veritas 1/2 (Oktober 2000), Hlm 203-213
Jumat, 02 Oktober 2009
Selasa, 27 Januari 2009
tugas
Recount
Recounts tell the reader what happened. They retell a past event eg a visit to a farm.
Recounts begin by telling the reader who was involved, what happened, where this event took place and when it happened. This is called the orientation.
The sequence of events is then described in some sort of order
eg time.
There may be a reorientation at the end which summarises the event.
Example of a recount: shows the structure and language features of a recount text.
Writing recounts
When writing recounts you should:
• focus on individual people ie use the words, I or we
• use words which indicate when (eg after lunch) and where the events took place (eg in the shed)
• write in the past tense eg had, visited
• use action words eg helped, crutched.
self-correct
Use the sample recount to answer these questions.
1 Write a phrase that indicates when an event took place.
2 Write a phrase that indicates where the event took place.
3 List two words that are written in the past tense.
4 List two other action words from the text.
Practice by writing a recount of a visit to the show, a field day, a farm, the vet or a your favourite place. Include people, time and the location.
Recounts tell the reader what happened. They retell a past event eg a visit to a farm.
Recounts begin by telling the reader who was involved, what happened, where this event took place and when it happened. This is called the orientation.
The sequence of events is then described in some sort of order
eg time.
There may be a reorientation at the end which summarises the event.
Example of a recount: shows the structure and language features of a recount text.
Writing recounts
When writing recounts you should:
• focus on individual people ie use the words, I or we
• use words which indicate when (eg after lunch) and where the events took place (eg in the shed)
• write in the past tense eg had, visited
• use action words eg helped, crutched.
self-correct
Use the sample recount to answer these questions.
1 Write a phrase that indicates when an event took place.
2 Write a phrase that indicates where the event took place.
3 List two words that are written in the past tense.
4 List two other action words from the text.
Practice by writing a recount of a visit to the show, a field day, a farm, the vet or a your favourite place. Include people, time and the location.
Jumat, 23 Januari 2009
Senam lantai
Biasanya merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi para pesenam untuk juga berlaku sebagai pemanasan karena gerakan-gerakannya tidak memerlukan tenaga otot yang luar biasa. Nomor ini mungkin merupakan tontonan yang paling mengasyikkan dibanding dengan alat-alat lain meskipun sebenarnya relatif berkembang paling baru. Untuk pertama kali nomor ini sebagai nomor perseorangan dalam Olympiade 1932 dan bagi wanita baru 20 tahun kemudian.
Senam lantai sangat populer terutama bagi penyelenggaraan secara massal yang dapat diikuti oleh ribuan peserta bersama-sama. Gerakan-gerakannya dapat dikerjakan secara seragam dan membentuk formasi-formasi yagn menarik dan mengesankan. Di negeri kita sekarang sedang digalakkan apa yang disebut senam pagi Indonesia.
Lantai pertandingan berukuran 12 m2 dalam ruang yang berukurang 14 m2 dilapisi karpet kenyal setebal 0,045 m. Pria tampil dalam waktu 70 detik dan wanita dengan diiringi musik 90 detik. Keduanya bertujuan untuk memberikan kesan kepada para wasit dengan rangkaian urutan dari berbagai lompatan, putaran, keseimbnagan dicampur dengan unsur-unsur lonjakan dan akrobatik. Gerakan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu.
TEKNIK SENAM LANTAI
1. Guling Depan (Forward Roll)
Guling depan adalah guling yang dilakukan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk melakukan guling ke depan adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
b. Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan di atas matras.
c. Siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
d. Sentuhkan bahu ke matras.
e. Bergulinglah ke depan.
f. Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
g. Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.
2. Guling Belakang (Backward Roll)
Langkah_langkah guling belakang bulat yaitu sebagai berikut.
a. Jongkok, tekuk kedua siku tangan menghadap ke atas di dekat telinga, dagu dan lutut tarik ke dada.
b. Guling badan ke belakang hingga bahu menyentuh matras, lutut dan dagu tetap mendekat dada, telapak tangan di dekat telinga.
c. Bahu menyentuh matras, kedua telapak tangan menyentuh matras, gerakkan kaki untuk dejatuhkan ke belakang kepala.
d. Jatuhkan ujung kaki ke belakang kepala.
e. Dorong lengan ke atas.
f. Jongkok dengan lengan lurus ke depan.
3. Gerakan Lenting
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk adalah sebagai berikut.
a. Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, tetakkan kediua tangan di matras kira-kira satu langkah dari kaki. Setelah itu letakkan tengkuk di antara kedua tangan sambil mengambil sikap guling depan. Kedua kaki dijaga agar tetap lurus.
b. Pelaksanaan
Ketika posisi untuk guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh sudah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan matras. Lecutan ini meyebabkan badan melenting ke depan.
c. Sikap Akhir
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.
4. Sikap Kayang
Caranya adalah sikap berdiri membelakangi matras dengan kedua kaki agak dibuka dan kedua tangan diayunkan ke belakang, ke atas secara perlahan hingga kedua telapak tangan menempel pada matras. Kemudian secara perlahan berdiri tegak.
5. Sikap Lilin
Sikap lilin adalah tidur terlentang, dengan dilanjutkan mengangkat kedua kaki lurus ke atas (rapat) bersama-sama. Pinggang ditopang oleh kedua tangan, sedangkan pundak teta menempel pada lantai.
Biasanya merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi para pesenam untuk juga berlaku sebagai pemanasan karena gerakan-gerakannya tidak memerlukan tenaga otot yang luar biasa. Nomor ini mungkin merupakan tontonan yang paling mengasyikkan dibanding dengan alat-alat lain meskipun sebenarnya relatif berkembang paling baru. Untuk pertama kali nomor ini sebagai nomor perseorangan dalam Olympiade 1932 dan bagi wanita baru 20 tahun kemudian.
Senam lantai sangat populer terutama bagi penyelenggaraan secara massal yang dapat diikuti oleh ribuan peserta bersama-sama. Gerakan-gerakannya dapat dikerjakan secara seragam dan membentuk formasi-formasi yagn menarik dan mengesankan. Di negeri kita sekarang sedang digalakkan apa yang disebut senam pagi Indonesia.
Lantai pertandingan berukuran 12 m2 dalam ruang yang berukurang 14 m2 dilapisi karpet kenyal setebal 0,045 m. Pria tampil dalam waktu 70 detik dan wanita dengan diiringi musik 90 detik. Keduanya bertujuan untuk memberikan kesan kepada para wasit dengan rangkaian urutan dari berbagai lompatan, putaran, keseimbnagan dicampur dengan unsur-unsur lonjakan dan akrobatik. Gerakan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu.
TEKNIK SENAM LANTAI
1. Guling Depan (Forward Roll)
Guling depan adalah guling yang dilakukan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk melakukan guling ke depan adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
b. Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan di atas matras.
c. Siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
d. Sentuhkan bahu ke matras.
e. Bergulinglah ke depan.
f. Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
g. Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.
2. Guling Belakang (Backward Roll)
Langkah_langkah guling belakang bulat yaitu sebagai berikut.
a. Jongkok, tekuk kedua siku tangan menghadap ke atas di dekat telinga, dagu dan lutut tarik ke dada.
b. Guling badan ke belakang hingga bahu menyentuh matras, lutut dan dagu tetap mendekat dada, telapak tangan di dekat telinga.
c. Bahu menyentuh matras, kedua telapak tangan menyentuh matras, gerakkan kaki untuk dejatuhkan ke belakang kepala.
d. Jatuhkan ujung kaki ke belakang kepala.
e. Dorong lengan ke atas.
f. Jongkok dengan lengan lurus ke depan.
3. Gerakan Lenting
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk adalah sebagai berikut.
a. Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, tetakkan kediua tangan di matras kira-kira satu langkah dari kaki. Setelah itu letakkan tengkuk di antara kedua tangan sambil mengambil sikap guling depan. Kedua kaki dijaga agar tetap lurus.
b. Pelaksanaan
Ketika posisi untuk guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh sudah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan matras. Lecutan ini meyebabkan badan melenting ke depan.
c. Sikap Akhir
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.
4. Sikap Kayang
Caranya adalah sikap berdiri membelakangi matras dengan kedua kaki agak dibuka dan kedua tangan diayunkan ke belakang, ke atas secara perlahan hingga kedua telapak tangan menempel pada matras. Kemudian secara perlahan berdiri tegak.
5. Sikap Lilin
Sikap lilin adalah tidur terlentang, dengan dilanjutkan mengangkat kedua kaki lurus ke atas (rapat) bersama-sama. Pinggang ditopang oleh kedua tangan, sedangkan pundak teta menempel pada lantai.
Rabu, 31 Desember 2008
13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai
Posted at 11:27 am under Uncategorized
Oleh: DR. Amir Faishol Fath
Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka
kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak
boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya,
sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata
Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa
istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga.
Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak
disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.
Pertama, Tidak Punya Visi
Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa
hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia.
Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia,
bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu,
dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah
memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah
kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama
lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu
menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan
bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa
dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar
dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.
Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami
yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa
diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa
setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat.
Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami
berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan
adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”
Kedua, Kasar
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang
bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat
laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk
menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti
talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui
dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan
para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut:
Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan
yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang
suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi
istri.
Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan
disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang
badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga
manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi
kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena
menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.
Ketiga, Sombong
Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya.
Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang
mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah.
Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa
yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang
lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu
para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.
Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya.
Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama
sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang
anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama
sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para
istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.
Keempat, Tertutup
Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang
tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila
hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar
tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah
seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa
nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka
yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa
dikesampingkan.
Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia
tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya
ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal
tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai
penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya.
Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri
yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.
Kelima, Plinplan
Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan
suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan
alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia
bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh
keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu
qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).
Keenam, Pembohong
Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau
jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh
ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi
menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah
hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin
berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong
adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.
Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami.
Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan
lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri
seorang istri.. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup
hidup dengan para sumai pembohong.
Ketujuh, Cengeng
Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar
Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan
karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap
keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh
keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu
Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.
Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para
istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh
semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai
cobaan hidup.
Kedelapan, Pengecut
Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika
minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber
kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut
suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap
ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang
menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi
suara tersebut.
Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang
pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan
nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.
Kesembilan, Pemalas
Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap
malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya
malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber
rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat
rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada
seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah
melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai
kericuhan karena malasnya seorang suami.
Kesepuluh, Cuek Pada Anak
Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu
tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan
pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa
seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah
contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah
contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah
berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas
punggungnya.
Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan
bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat
tidak disukai para wanita.
Kesebelas, Menang Sendiri
Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga
seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa
benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang
istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa
adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada
suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami
hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan
istri.. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian
dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan
sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah
satunya menjadi api.
Keduabelas, Jarang Komunikasi
Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah.
Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara
mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar
hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat
menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.
Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh
suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak
dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak
sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.
Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum
Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah
contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka
dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai
keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri
bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya.
Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan
berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri
kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung
dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam
penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam
Posted at 11:27 am under Uncategorized
Oleh: DR. Amir Faishol Fath
Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka
kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak
boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya,
sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata
Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa
istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga.
Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak
disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.
Pertama, Tidak Punya Visi
Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa
hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia.
Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia,
bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu,
dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah
memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah
kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama
lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu
menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan
bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa
dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar
dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.
Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami
yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa
diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa
setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat.
Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami
berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan
adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”
Kedua, Kasar
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang
bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat
laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk
menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti
talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui
dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan
para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut:
Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan
yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang
suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi
istri.
Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan
disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang
badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga
manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi
kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena
menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.
Ketiga, Sombong
Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya.
Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang
mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah.
Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa
yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang
lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu
para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.
Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya.
Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama
sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang
anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama
sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para
istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.
Keempat, Tertutup
Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang
tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila
hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar
tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah
seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa
nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka
yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa
dikesampingkan.
Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia
tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya
ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal
tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai
penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya.
Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri
yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.
Kelima, Plinplan
Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan
suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan
alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia
bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh
keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu
qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).
Keenam, Pembohong
Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau
jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh
ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi
menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah
hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin
berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong
adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.
Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami.
Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan
lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri
seorang istri.. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup
hidup dengan para sumai pembohong.
Ketujuh, Cengeng
Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar
Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan
karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap
keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh
keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu
Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.
Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para
istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh
semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai
cobaan hidup.
Kedelapan, Pengecut
Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika
minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber
kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut
suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap
ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang
menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi
suara tersebut.
Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang
pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan
nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.
Kesembilan, Pemalas
Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap
malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya
malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber
rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat
rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada
seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah
melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai
kericuhan karena malasnya seorang suami.
Kesepuluh, Cuek Pada Anak
Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu
tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan
pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa
seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah
contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah
contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah
berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas
punggungnya.
Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan
bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat
tidak disukai para wanita.
Kesebelas, Menang Sendiri
Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga
seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa
benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang
istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa
adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada
suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami
hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan
istri.. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian
dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan
sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah
satunya menjadi api.
Keduabelas, Jarang Komunikasi
Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah.
Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara
mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar
hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat
menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.
Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh
suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak
dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak
sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.
Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum
Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah
contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka
dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai
keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri
bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya.
Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan
berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri
kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung
dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam
penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam
Burung Camar
Artist: Vina Panduwinata
Burung camar, tinggi melayang
Bersahutan, di balik awan
Membawa angan-anganku jauh meniti buih
Lalu hilang larut di lautan
Oh bahagia tiada terperi
Indah nian derap jiwaku
Tak kenal duka derita tak kenal nestapa
Ceria s'lalu menggoda
Tiba-tiba 'ku tertegun lubuk hatiku tersentuh
Perahu kecil terayun nelayan tua di sana
Tiga malam bulan t'lah menghilang
Langit gelap walau tak bermega
Tiba-tiba kusadari lagu burung camar tadi
Hanya kisah sedih nada duka, hati yang terluka
Tiada teman, berbagi derita,
bahkan untuk berbagi cerita
Burung camar, tinggi melayang
bersahutan dibalik awan
Kini membawa anganku yang tadi melayang
Jatuh dia dekat di kakiku
Artist: Vina Panduwinata
Burung camar, tinggi melayang
Bersahutan, di balik awan
Membawa angan-anganku jauh meniti buih
Lalu hilang larut di lautan
Oh bahagia tiada terperi
Indah nian derap jiwaku
Tak kenal duka derita tak kenal nestapa
Ceria s'lalu menggoda
Tiba-tiba 'ku tertegun lubuk hatiku tersentuh
Perahu kecil terayun nelayan tua di sana
Tiga malam bulan t'lah menghilang
Langit gelap walau tak bermega
Tiba-tiba kusadari lagu burung camar tadi
Hanya kisah sedih nada duka, hati yang terluka
Tiada teman, berbagi derita,
bahkan untuk berbagi cerita
Burung camar, tinggi melayang
bersahutan dibalik awan
Kini membawa anganku yang tadi melayang
Jatuh dia dekat di kakiku
September Ceria
Artist: Vina Panduwinata
di pucuk kemarau panjang
yang bersinar menyakitkan
kau datang menghantar
berjuta kesejukan
kasih ..
kau beri udara untuk nafasku
kau beri warna bagi kelabu jiwaku
tatkala butiran hujan
mengusik impian semu
kau hadir di sini
di batas kerinduanku
kasih ..
kau singkap tirai kabut di hatiku
kau isi harapan baru untuk menyongsong
harapan bersama
september ceria .. september ceria ..
september ceria .. september ceria ..
milik kita bersama
ketika rembulan bersinar
di hamparan citra biru
kutatap sebersit isyarat dimatamu
kasih ..
kau sibak sepi di sanubariku
kau bawa dku berani dalam asmara
dan mendamba bahagia
september ceria .. september ceria ..
september ceria .. september ceria ..
milik kita bersama
Artist: Vina Panduwinata
di pucuk kemarau panjang
yang bersinar menyakitkan
kau datang menghantar
berjuta kesejukan
kasih ..
kau beri udara untuk nafasku
kau beri warna bagi kelabu jiwaku
tatkala butiran hujan
mengusik impian semu
kau hadir di sini
di batas kerinduanku
kasih ..
kau singkap tirai kabut di hatiku
kau isi harapan baru untuk menyongsong
harapan bersama
september ceria .. september ceria ..
september ceria .. september ceria ..
milik kita bersama
ketika rembulan bersinar
di hamparan citra biru
kutatap sebersit isyarat dimatamu
kasih ..
kau sibak sepi di sanubariku
kau bawa dku berani dalam asmara
dan mendamba bahagia
september ceria .. september ceria ..
september ceria .. september ceria ..
milik kita bersama
Peran Gizi dalam Siklus Kehidupan Perempuan
Gizi memiliki peran yang sangat penting bagi perempuan,sejak masih berupa janin hingga usia lanjut. Siklus kehidupan perempuan dibagi dalam tahap 1) masa kecil dan masa anak-anak,2) masaremaja,3) masa reproduksi dan 4)masa akhir kehidupan. Gambar berikut ini menggambarkan sikluskehidupan perempuan secara fisiologis.
Apabila perempuan kekurangan gizi masing-maing tahapan tersebut akan mengalami kerentanan biologis,mudah mengalami gangguan kesehatan. Untuk jelasnya simak ilustrasi berikut ini :
Ada seorang perempuan berusia 35 tahun . Ketika lahir,ibunya mengalami malnutrisi dan bekerja terlalu keras .Wanitatersebut sangat kecil dan berat badannya sangat rendah saat lahir. Selama masa kanak-kanak hanya mendapat sedikit makanan,bahkan lebih sedikit dibanding saudara laki-lakinya.. Ia tidak bersekolah seperti saudara laki-lakinya,tetapi tetap tinggal di rumahbersama ibunya untuk membantu pekerjaan rumah tangga dan menjaga anak.
Menginjak masa remaja ,bentuk tulang-tulang pelvisnya tidak serasi dan ia lebih pendek daripadayangseharusnya. Sesuai tradisi,ia kemudian menikah dan mempunyai bayi pertamanya ketika ia berusia 14 tahun,bahkan sebelum ia berkembang sepenuhnya. Proses melahirkan bayinya sulit,tetapi ia bertahn hidup dan lebih dari itu,suatu kali ia mengalami perdarahan yang begitu banyak sehingga membuat setiap orang khawatir ia tidak dapat pulih kembali. Sejak saat itu ia menderita Anemia,suatu keadaan yang diperburuk dengan adanya cacing di dalam tubuhnya. Pada kehamilan berikutnya ia menderita demam malaria da keguguran.
Seperti ibunya,sebelumnya ia tidak pergi ke pusat kesehatan ketika hamil. Tempat tersebut sangat jauh dan sangat asing. Ia menggunakan bidan tradisiona( Dukun bayi,Pen. ) yang sama dengan yang menolong saat kelahirannya dan yang membntu persalinan kakak perempuannya. Bidan tersebut tidak terlatih dalam kebersihannya dan wanita itu menderita infeksi yang serius setelah melahirkan.
Ia hanya mempunyai sedikit waktu di antara kehamilan-kehamilannya untuk mengembalikan kekuatannya dan setiap saat ia hanya mempunyai sedikit makanan yang cukup.Pada kehamilannya yang terakhir ia sudah kehabisan tenaga.
(Sumber : UNFPA,1989;Hammer,1981)
Itulah gambaran betapa perempuan i yang kurang gizi sejak kanak-kanak akan mengalami kerentanan biologis terutama pada saat masa reproduksi.
Banya faktor yang mempengaruhi terjadinya malnutrisi baik faktor sosial ekonomi(kemiskinan ) maupun sosial budaya. , Untuk jelasnya Gambarskema atau bagan berikut ini menggambarkan hubungan antara faktor sosial budaya dengan terjadinya malnutrisi pada perempuan.
Jadi peranan gizi pada perempuan pada masing-masing siklus kehidupan ialah :
a. Masa bayi dan anak-anak :
Untuk pertumbuhan, kecerdasan,meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah penyakit Jika pertumbuhan kurang baik atau kerdil akibatnya terjadi penurunan kapasitaskerja dan meningkatnya resiko reproduksi yang berbahaya bagi wanita,seperti halnya kesulitan melahirkan dan berat badan lahir rendah. Jika pertumbuhan otak tidak normal,akibatnya tingkat kecerdasan rendah dan perempuan akan sulit bersaing dalam pendidikan. Jika dayatahan tubuhnya rendah akan mengakibatkan rentan terhadap berbagai penyakit.
b. Masa remaja :
Padamasa remaja gizi cukup masih diperlukan untuk pertumbuhan.,sehingga diharapkan pararemaja harus memperhatikan gizinya. Pada remaja perempuan pada masa ini terjadi perubahan-perubahan biologis dengan mengalami haid, sehingga dibutuhkan kecukupan haemoglobin agar tidak terjadi anemia gizi,sebagai akibat kekuarangan zat besi. Pada masa remaja ini sering terjadi remaja perempuan melakukan die yang agak ketat ,sehingga kekurangan gizi. Diet ketat ini biasanya dilakukan karena ingin langsing agar menarik... Perilaku ini tidak benar. . .
c. Masa Reproduksi
Pada masa ini perempuan sering melaksanakan peran ganda baik di l ingkungan keluarga,di samping harus melakukan fungsi utama reproduksi.,sehingga hal ini jelas menimbulkan beban berat, waktu luang Perempuan lebih sedikit dari laki-laki . Oleh karena itu, diperlukan gizi yang cukup untuk kebutuhan reproduksi( kehamilan,laktasi dan menstruasi ) dan kebutuhan energi untuk bekerja.
Sayangnya, di sebagaian masyarakat masih ada diskriminasi terhadap pemberian makanan untuk perempuan,karena adanya anggapan bahwa laki-laki memperoleh jatah makan lebih banyak dari perempuan.. Di lain pihak, karena keterbatasan waktu tidak jarang perempuan jarang makan dan kelelahan mengurangi nafsu makan,sehingga asupan gizi menjadi berkurang. Lebih-lebih kalau mereka termasuk keluarga miskin makin sulit untuk memperoleh makanan yang cukup gizi..
d. Masa Usia lanjut :
Pada masa ini penyerapan makanan cenderung berkurang sehingga apabila gizi : sampai kekurangan gizi,perempuan usia lanjut akan rentan atau mudah kena penyakit. Jadi, peranan makanan bergizi pada masa ini adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan juga memelihara kemampuan otak.
Pesan utama agar perempuan tidak kekurangang gizi:
1. Tingkatkan kemampuan ekonomi keluarga anda dengan menambah penghasilan .
2. Meningkatkan ketersediaan pangan dalam keluarga. Bila anda memiliki halaman luas manfaatkan untuk menanam tanaman pangan yang bergizi, perikanan dan peternakan.
3. Jangan melakukan diskriminasi terhadap perempuan sejak bayi hingga dewasa dalam pemenuhan kebutuhan pangan bergizi. Pada masa-masa tertentu sesuai siklus kehidupan perempuan justru harus mendapatkan perhatian utama untuk pertumbuhan, meningkatkan kesehatan dan untuk kebutuhan melaksanakan fungsi reproduksi.
4. Sediakan menu seimbang dalam kehidupan keluarga Anda sesuai Pedoman Umum Gizi Seimbang.
5. Bagi kaum perempuan sendiri harus memiliki kesadaran pentiingnya memelihara kesehatan dan mencukupi makanan yang memenuhi gizi seimbang.
Selain mewaspadai GIZI KURANG, jangan lupa mewaspadai GIZI LEBIH,yang akan mengakibatkan penyakit Degeneratif seperti kanker,jantung, tekanan darah tinggi, diabetes. Penyakit seperti jantung,tekanan darah tinggi,diabetes juga akan mempengaruhi dalam reproduksi terutama padasaat hamil dan merupakan salah satu faktor kehamilan resiko tinggi.
Gizi memiliki peran yang sangat penting bagi perempuan,sejak masih berupa janin hingga usia lanjut. Siklus kehidupan perempuan dibagi dalam tahap 1) masa kecil dan masa anak-anak,2) masaremaja,3) masa reproduksi dan 4)masa akhir kehidupan. Gambar berikut ini menggambarkan sikluskehidupan perempuan secara fisiologis.
Apabila perempuan kekurangan gizi masing-maing tahapan tersebut akan mengalami kerentanan biologis,mudah mengalami gangguan kesehatan. Untuk jelasnya simak ilustrasi berikut ini :
Ada seorang perempuan berusia 35 tahun . Ketika lahir,ibunya mengalami malnutrisi dan bekerja terlalu keras .Wanitatersebut sangat kecil dan berat badannya sangat rendah saat lahir. Selama masa kanak-kanak hanya mendapat sedikit makanan,bahkan lebih sedikit dibanding saudara laki-lakinya.. Ia tidak bersekolah seperti saudara laki-lakinya,tetapi tetap tinggal di rumahbersama ibunya untuk membantu pekerjaan rumah tangga dan menjaga anak.
Menginjak masa remaja ,bentuk tulang-tulang pelvisnya tidak serasi dan ia lebih pendek daripadayangseharusnya. Sesuai tradisi,ia kemudian menikah dan mempunyai bayi pertamanya ketika ia berusia 14 tahun,bahkan sebelum ia berkembang sepenuhnya. Proses melahirkan bayinya sulit,tetapi ia bertahn hidup dan lebih dari itu,suatu kali ia mengalami perdarahan yang begitu banyak sehingga membuat setiap orang khawatir ia tidak dapat pulih kembali. Sejak saat itu ia menderita Anemia,suatu keadaan yang diperburuk dengan adanya cacing di dalam tubuhnya. Pada kehamilan berikutnya ia menderita demam malaria da keguguran.
Seperti ibunya,sebelumnya ia tidak pergi ke pusat kesehatan ketika hamil. Tempat tersebut sangat jauh dan sangat asing. Ia menggunakan bidan tradisiona( Dukun bayi,Pen. ) yang sama dengan yang menolong saat kelahirannya dan yang membntu persalinan kakak perempuannya. Bidan tersebut tidak terlatih dalam kebersihannya dan wanita itu menderita infeksi yang serius setelah melahirkan.
Ia hanya mempunyai sedikit waktu di antara kehamilan-kehamilannya untuk mengembalikan kekuatannya dan setiap saat ia hanya mempunyai sedikit makanan yang cukup.Pada kehamilannya yang terakhir ia sudah kehabisan tenaga.
(Sumber : UNFPA,1989;Hammer,1981)
Itulah gambaran betapa perempuan i yang kurang gizi sejak kanak-kanak akan mengalami kerentanan biologis terutama pada saat masa reproduksi.
Banya faktor yang mempengaruhi terjadinya malnutrisi baik faktor sosial ekonomi(kemiskinan ) maupun sosial budaya. , Untuk jelasnya Gambarskema atau bagan berikut ini menggambarkan hubungan antara faktor sosial budaya dengan terjadinya malnutrisi pada perempuan.
Jadi peranan gizi pada perempuan pada masing-masing siklus kehidupan ialah :
a. Masa bayi dan anak-anak :
Untuk pertumbuhan, kecerdasan,meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah penyakit Jika pertumbuhan kurang baik atau kerdil akibatnya terjadi penurunan kapasitaskerja dan meningkatnya resiko reproduksi yang berbahaya bagi wanita,seperti halnya kesulitan melahirkan dan berat badan lahir rendah. Jika pertumbuhan otak tidak normal,akibatnya tingkat kecerdasan rendah dan perempuan akan sulit bersaing dalam pendidikan. Jika dayatahan tubuhnya rendah akan mengakibatkan rentan terhadap berbagai penyakit.
b. Masa remaja :
Padamasa remaja gizi cukup masih diperlukan untuk pertumbuhan.,sehingga diharapkan pararemaja harus memperhatikan gizinya. Pada remaja perempuan pada masa ini terjadi perubahan-perubahan biologis dengan mengalami haid, sehingga dibutuhkan kecukupan haemoglobin agar tidak terjadi anemia gizi,sebagai akibat kekuarangan zat besi. Pada masa remaja ini sering terjadi remaja perempuan melakukan die yang agak ketat ,sehingga kekurangan gizi. Diet ketat ini biasanya dilakukan karena ingin langsing agar menarik... Perilaku ini tidak benar. . .
c. Masa Reproduksi
Pada masa ini perempuan sering melaksanakan peran ganda baik di l ingkungan keluarga,di samping harus melakukan fungsi utama reproduksi.,sehingga hal ini jelas menimbulkan beban berat, waktu luang Perempuan lebih sedikit dari laki-laki . Oleh karena itu, diperlukan gizi yang cukup untuk kebutuhan reproduksi( kehamilan,laktasi dan menstruasi ) dan kebutuhan energi untuk bekerja.
Sayangnya, di sebagaian masyarakat masih ada diskriminasi terhadap pemberian makanan untuk perempuan,karena adanya anggapan bahwa laki-laki memperoleh jatah makan lebih banyak dari perempuan.. Di lain pihak, karena keterbatasan waktu tidak jarang perempuan jarang makan dan kelelahan mengurangi nafsu makan,sehingga asupan gizi menjadi berkurang. Lebih-lebih kalau mereka termasuk keluarga miskin makin sulit untuk memperoleh makanan yang cukup gizi..
d. Masa Usia lanjut :
Pada masa ini penyerapan makanan cenderung berkurang sehingga apabila gizi : sampai kekurangan gizi,perempuan usia lanjut akan rentan atau mudah kena penyakit. Jadi, peranan makanan bergizi pada masa ini adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan juga memelihara kemampuan otak.
Pesan utama agar perempuan tidak kekurangang gizi:
1. Tingkatkan kemampuan ekonomi keluarga anda dengan menambah penghasilan .
2. Meningkatkan ketersediaan pangan dalam keluarga. Bila anda memiliki halaman luas manfaatkan untuk menanam tanaman pangan yang bergizi, perikanan dan peternakan.
3. Jangan melakukan diskriminasi terhadap perempuan sejak bayi hingga dewasa dalam pemenuhan kebutuhan pangan bergizi. Pada masa-masa tertentu sesuai siklus kehidupan perempuan justru harus mendapatkan perhatian utama untuk pertumbuhan, meningkatkan kesehatan dan untuk kebutuhan melaksanakan fungsi reproduksi.
4. Sediakan menu seimbang dalam kehidupan keluarga Anda sesuai Pedoman Umum Gizi Seimbang.
5. Bagi kaum perempuan sendiri harus memiliki kesadaran pentiingnya memelihara kesehatan dan mencukupi makanan yang memenuhi gizi seimbang.
Selain mewaspadai GIZI KURANG, jangan lupa mewaspadai GIZI LEBIH,yang akan mengakibatkan penyakit Degeneratif seperti kanker,jantung, tekanan darah tinggi, diabetes. Penyakit seperti jantung,tekanan darah tinggi,diabetes juga akan mempengaruhi dalam reproduksi terutama padasaat hamil dan merupakan salah satu faktor kehamilan resiko tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Sebuah Kebenaran Kecil
Sebuah KEBENARAN KECIL Apa yang membuat hidup sobat semua menjadi 100% jika alfabet di beri sebuah nilai mulai dengan huruf a=1, b=2, ...
-
UNTUK YG SUNDA: TUH DA NYA..PAN GEUS DIBEJAAN KU URANG TONG ABUS...NAAA ARI MANEHH..(HEUREUY) KALO MALES BACA MENDING GA USAH KOMEN, CLOSE...
-
Senam lantai Biasanya merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi para pesenam untuk juga berlaku sebagai p...
-
Teu karasa nya. padahal asa karek kamari kuring asup gawe di di ieu tempat. Ayeuna geus tereh sataun deui. Begitu banyak suka duka yang s...